Yuma 4×4

Media and Communications

Mendapat Lebih Banyak Pembeli dengan Facebook Ads Funnel

Mendapat Lebih Banyak Pembeli dengan Facebook Ads Funnel


Anda sudah spend banyak di Facebook Ads, tapi hasilnya masih zonk? Atau Anda merasa targeting sudah tepat, tapi mengapa masih belum ada yang beli? Ini terjadi mungkin karena Anda melakukan hard-selling. Kita di Facebook, tujuannya untuk socialize. Kita mau melihat update teman kita, family, atau mau melihat ada update video apa yang lucu. Ketika kita melihat iklan yang menawarkan, “Belilah life insurance” Dalam hati kita sudah menolak. Kita mungkin berpikir, “Saya tidak butuh life insurance. Keluarga saya tidak pernah ada yang beli.” “Mengapa saya harus beli?” Beda dengan kalo kita ke Google. Kalo kita mau ke Europe, apply visa perlu travel insurance. Jadi kita ke Google mencari kata kunci “Travel Insurance” Muncul hasilnya, dan ketika ada iklan yang menawarkan travel insurance, kemungkinan besar kita akan klik iklan itu, karena memang kita sudah punya ‘buying intent’. Kita sudah ready untuk membeli travel insurance. Tapi kalo di Facebook, kita tujuannya adalah bersosialisasi. Nah sekarang tugas kita di Facebook adalah bagaimana ‘generate demand’ dari orang yang sebelumnya tidak mempunyai ‘buying intent’, kita educate mereka sehingga pada akhirnya mereka mau beli dari kita. Di sinilah kita mau menerapkan Facebook Funnel. Untuk menjelaskan Facebook Funnel, kita perlu mengetahui apa itu customer journey. Customer journey adalah perjalanan audience Anda dari belum mengenal Anda sampai pada akhirnya mereka siap untuk membeli dari Anda. Ada 3 temperature audience. Cold, Warm, dan Hot. Cold itu adalah audience yang masih belum aware dengan Anda, atau product Anda. Warm audience adalah mereka yang sudah mulai pertimbangkan apakah mereka mau beli atau tidak dari Anda. Hot audience adalah ketika mereka sudah siap untuk membeli. Tentu saja, approach kita terhadap masing-masing audience ini beda. Untuk audience yang masih belum aware dengan kita yang perlu kita lakukan adalah kita perlu membuat video. Misalnya, kalo kita mau jual insurance Kita perlu membuat video manfaat insurance. Atau kita bisa menulis artikel/blog di website kita Tujuan di sini adalah mengedukasi mereka sehingga mereka menjadi aware dengan insurance. Di sini kita tidak butuh komitment dari mereka. Mereka tidak perlu memberikan kita email atau nomor telepon. Jadi di sini murni pure content memberi value untuk mereka. Setelah mereka mulai mengerti manfaat insurance, maka mereka masuk ke tahap Consideration. Di tahap ini, mereka mulai pertimbangkan mau beli atau tidak. Di sinilah Anda bisa memberikan mereka misalnya simulasi insurance dimana mereka cukup memberi Anda email, atau nomor telepon, sebagai gantinya Anda menghitung simulasi insurance untuk mereka. Jadi di sini win-win. Dan mereka tidak membayar secara finansial, mereka hanya memberikan Anda data. Setelah mereka melihat simulasi insurance Anda, mereka mungkin menjadi lebih tertarik lagi, sehingga mereka sudah siap untuk membeli. Di tahap inilah, Anda perlu lebih meyakinkan mereka lagi dengan cara follow-up, dengan mengirim email, atau bisa juga Anda langsung contact mereka. Di sini Anda bisa memberikan konten berupa comparisan, perbandingan mengapa harus beli dari Anda, dan bukan dari kompetitor. Atau bisa juga Anda beri mereka testimonial (customer stories) yaitu testimoni-testimoni dari customer Anda sebelumnya. Lalu bagaimana cara menerapkan Facebook funneling dalam contoh ini? Contohnya, Anda mau jual insurance. Untuk audience yang belum aware, Anda bisa membuat konten seperti video. Misalnya di video ini, Anda jelaskan mengapa heatlh insurance itu penting. Bisa juga Anda membuat konten berupa tulisan, yaitu artikel di website Anda, 5 Alasan mengapa orang butuh health insurance. Harapannya adalah setelah mereka menonton video ini, atau mereka baca blog ini, mereka menjadi sadar, “Oh, ternyata insurance itu penting.” Di sini Anda memberi mereka value. Di sini Anda menjalankan iklan pertama, yang mengarahkan mereka ke video atau ke blog ini. Setelah mereka menonton video atau blog, maka Anda selanjutnya bisa membuat Custom Audience, yaitu Anda meminta Facebook untuk mengumpulkan orang-orang yang pernah menonton video Anda ataupun pernah mengunjungi blog Anda. Custom audience ini bisa Anda gunakan untuk target video (iklan) ke-2. Video (iklan) ke-2 itu isinya apa? Ketika mereka sudah masuk ke tahap consideration, di tahap ini Anda bisa menjalankan iklan ke-2, yang mengarahkan mereka ke landing page ini. Di landing page ini Anda menawarkan “Get Free Life Insurance Quote” jadi menawarkan simulasi insurance dengan meminta nama, email, dan nomor telepon mereka. Jadi di sini Anda mendapat data audience Anda, sebagai gantinya, Anda memberikan mereka free value, yaitu berupa simulasi insurance. Orang-orang yang sudah mengisi data ini, yang sudah memberikan Anda data, Anda bisa buat lagi custom audience yaitu orang-orang yang menjadi leads Anda di sini. Orang yang sudah mendaftar, memberikan nama, memberikan email, itu kita sebut sebagai Leads. Di sini yang kita lakukan adalah generate leads. Anda selanjutnya bisa buat custom audience dari Leads ini, yang akan Anda guakan berikutnya untuk target iklan ke-3. Jadi Leads ini sudah lebih siap lagi untuk membeli, karena mereka meminta simulasi insurance dari Anda. Kalo Anda mau jual ke mereka, mereka sudah lebih siap dibandingkan dengan cold audience. Iklan ke-3 yang bisa Anda jalankan adalah iklan penjualan. Di sinilah Anda baru mulai menjual. Anda bisa mengarahkan mereka ke sales page. dimana di sales page ini ada tombol belinya. Atau kalo produk Anda closing nya tidak bisa dari online, harus offline, Anda bisa buat janji temu dengan call ke mereka, dan kita meet face to face untuk closing. Jadi di tahap ini yang kita lakukan adalah ‘Convert’. Ketika Anda menjalankan iklan, tetapi pembeli sedikit, coba Anda review iklan Anda. Bisa jadi Anda sedang melakukan hard-selling. Ini biasa terjadi ketika audience belum kenal Anda, atau produk Anda itu bukan produk umum, jadi masih perlu edukasi. Atau kalo misalnya produk Anda mahal. Tapi kalo Anda jual produk seperti fashion, kaos atau tshirt yang harganya puluh atau ratus ribuan, Anda tidak perlu jalankan funneling, cukup langsung iklan jualan. Tapi kalo misalnya insurance, online course, atau produk yang lebih premium (harganya jutaan), Anda perlu buat funneling, karena Anda perlu educate mereka dulu. Yang kita jalankan itu adalah funnel seperti ini. Ini saya review sekali lagi. Kita perlu membawa mereka dari cold, kemudian perlahan membawa mereka menjadi warm, kemudian menjadi hot, dan convert mereka jadi pembeli. Ada 3 jenis iklan yang kita jalankan: Iklan pertama yaitu untuk “Attract” mereka, dari yang ‘tidak aware’ menjadi ‘aware’. Iklan ke-2 adalah “Generate Leads”, yang kita target khusus ke audience yang sudah mulai pertimbangkan produk Anda. Di sini kita berikan mereka free content, sebagai balasannya, kita menerima email dan data mereka. Setelah mereka ready untuk beli dari Anda, barulah Anda jalankan iklan ke-3. untuk “Convert” mereka menjadi customers. Inilah contoh penerapan Facebook funneling di campaign Anda. Next step adalah, campaign Anda yang selama ini gagal, coba di-review apakah Anda perlu membangun funnel, untuk menjual ke audience Anda. If you like this video, please comment & share. Dan kalo Anda punya pertanyaan tentang funneling, Anda bisa comment di bagian bawah video. Hope you like it. See you in the next video.

55 thoughts on “Mendapat Lebih Banyak Pembeli dengan Facebook Ads Funnel

  1. Oh jd klo harga produknya 100 ribuan langsung hardsell aja gt ya.
    Kalo apparel rata2 emng lgsg hardsell ya? Ada standard minimal harganya sih ko utk produk yg perlu funneling dlu?

  2. Dahsyat luar biasa metode menyampaikan nya, ini sesuai quote dari Einstein, bahwa tanda kita paham sesuatu dengan dalam adalah bisa menerangkan secara sederhana sehingga seorang anak kecil umur 6 tahun bisa paham konsep dasarnya.. dan video Albert menunjukkan itu 🙂

    Sukses terus buat Albert, terima kasih inspirasi nya, saya sedang built online course juga untuk dijual, dengan sharing dari Albert saya tambah yakin bisa mencetak omzet milyaran ^__^ GBU..

  3. produk saya pelangsing
    saya pake canvas untuk narik customer, objective nya pake traffic
    but kenapa ya iklan hari pertama bagus skor relevan 8, CTR 10%
    but hari kedua iklan jadi jelek, CTR turun, skor relevan juga turun jadi 7
    utk budget per hari 50.000

    pdhal konten juga saya edukasi mereka dlu, CTA juga udh oke

    ada masukan ko ?

  4. Bro albert..mau tanya bagaimana cara targetting yang efektif untuk memasarkan rumah atau apartemen.?

    berbeda dengan jualan kaos dengan mentarget 1 niche yang cenderung memiliki kesukaan yang hampir sama, alasan orang membeli satu proyek properti kan bisa berbeda2 /beragam alasan,
    misal : karena baru menikah, baru pindah kota, dekat dengan tempat kerja, dekat dengan kampus, atau untuk investasi, dsb…

    nah pertanyaan saya :
    1. bagaimana menata targetting yang tepat dan bisa mengcover kemungkinan2 semua target market diatas…dan apakah untuk property yang mana tentu harganya ratusan atau milyaran harus melalui sistem FB Funnel seprti yang dijelaskan diatas?…

    2. Misal saya seorang agent property yang sedang memasarkan 1 rumah second dari seorang pemilik perorangan.
    ( bukan sebuah proyek perumahan baru dari developer lagi), apakah perlu funneling juga?

    mohon bantuan & pencerahannya Bro Albert & kalau bisa dibuatkan videonya tentang ini…Terima kasih banyak

    NB: saat ini saya sedang berusaha memasarkan beberapa apartemen second dan sebuah proyek apartemen yang tinggal beberapa puluh unit lagi.

  5. sudah satu bulan belakangan ikutin video pak albert.. bagus sekali . saya pingin belajar pak…kalau ada workshop khabari ya pak…terima kasih

  6. Ko mau nanya kalo fb funneling itu apakah cocok juga buat produk makanan misal jualan kue? Kalo semacam asuransi itu kan kita bisa ngejelasin manfaat dsb?kalo makanan kayak kue gimana ko?

  7. Kirain cuma saya yang funnelnya ada 3 step. Di saya, stepnya awareness –> consideration –> purchase. Materinya keren, sukses selalu

  8. Kereeenn banget. I like the videos very much. I just finished watching 2 videos. 1st is berapa budget untuk testing iklan dan 2nd this video. Love them. Pertanyaan : Berapa lama iklan untuk menggiring cold prospects ke warm prospects harus dijalankan? Terima kasih coach. I juga subscribe nih.

  9. Kalau produknya suku cadang otomotif apa bisa masuk di digital marketing seperti facebook ads ko? Karena menurut saya produk yg hanya dicari karena kebutuhan, bukan keinginan. Dan juga bisnisnya sebagian besar B2B bukan B2C seperti kebanyakan produk di internet. Mohon pencerahannya. Terima kasih.

  10. Saya ngikutin ko Albert sejak teemastery yg pertama. Boleh request dong ko Albert bikin video simulasi budget utk praktek funneling ini. Karna tahap awal kan harus dapat data sebanyak2nya utk disaring. Berapa banyak data minimal dan berapa banyak kira2 budget yg harus disiapkan utk mendapatkan data sebanyak itu. Makasih 🙏🙏🙏

  11. Nice lesson ko albert, sy ada mau tanya kalau utk penerapannya di dunia dropship itu apakah kita mesti membuat funneling seperti contoh atau tidak ?

    Kalo dr ko albert sendiri adakah tips dlm digital marketing bagi saya dan para newbie yg tertarik di dunia international dropshipping business ?

    Thanks for sharing 🙏🙏

  12. Hai Albert, saya ingin tahu bagaimana menyerap database email calon pembeli, lewat mana dan bagaimana follow Up mereka

Leave comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *.